Rabu, 08 Maret 2017

REVIEW: LIP MASK

Hallooo!!! Gimana nihh kabarnya? Semoga selalu baik ya :)) Nah, untuk postingan kali ini, aku akan me-review tentang produk kecantikan atau skin care aku untuk menjaga kelembaban bibir aku. Yashh, langsung aja. Jadi, beberapa minggu ini aku lagi rajin banget pake dua jenis lips mask nihh, yang pertama Bioaqua Lip Mask dan kedua Gold Collagen Crystal Lip Mask.

Source: www.google.com 

Source: www.google.com
Kedua jenis lip mask ini tentunya punya kelebihan dan kekurangan sendiri. kalo menurut aku, Bioaqua Lip Mask memiliki beberapa manfaat yang sama dengan Gold Collagen Crystal Lip Mask, yaitu menjaga kelembaban bibir, mencegah bibir kering pecah-pecah dan masih banyak lagi lainnya.

Source: www.google.com

Source: www.google.com 
Namun, Bioaqua Lip Mask lebih membuat aku terpikat. Selain dari packaging-nya yang imut bin lucu, juga dari aroma dan bentuknya unik banget serta dapat membuat bibir bersinar alami. Eitss.. tapi tenang aja, aromanya bukan aroma yang mencolok dan mengerikan, tapi aromanya itu pas gitu hehee..
                 
Source: www.google.com
Source: www.google.com
Dan kali ini aku akan kasih tips buat kalian yang punya keluh kesah dengan bibir kalian. Gurlss, merawat bibir itu gak perlu sering kok, justru kita harus lebih rajin alias rutin. Karena jika digunakan secara rutin, kandungan yang ada didalam Lip Mask itu akan lebih meresap dan membuat bibir kita lebih lembab dan terjaga kesehatannya. Nah, mulai dari sekarang STOPP dehh perawatan kalo cuma ngandelin kata “sering”. Please, itu gak guna banget dehh. Sekali lagi ya, untuk hasil yang maksimal, pasti perlu waktu. Jadi cantik itu bukan sulap yaa.. kita perlu waktu untuk itu. So, mulailah peduli dengan kesehatan bibir kita sedini mungkin yaa ;) See you, gurlss..

Senin, 02 Januari 2017

Kritik Seni - TIRAI DIBALIK SUATU PEMENTASAN

         Indahnya hamparan langit biru ditemani oleh hembusan angin cukup menyelimuti suasana pementasan pagelaran seni di SMA Negeri 10 Samarinda. Dimana setiap pementasannya selalu membawa sebuah cerita unik yang sangat bersejarah. Mereka berani merancang sedemikian ramai dan penuh keceriaan serta menyajikan situasi yang berbau mistis oleh kehadiran para roh yang ada dalam pementasann teater dengan judul “Punahnya Suku Dayak Punan Segah”. Tidak hanya itu, mereka juga menyiapkan dua buah tarian, yaitu tarian yang berasal dari pesisir yang merupakan tarian pergaulan yang dinamakan “Tari Jepen Tidung Bedangan” dan tarian khas suku Dayak Kenyah yang bernama “Tari Enggang Punan Segah” dimana tarian tersebut yakni merupakan sebuah tarian yang termasuk dalam pemeranan teater mereka.
       Sebagai pengawalan yang baik untuk membuka tirai pagelaran seni mereka dengan tarian khas dari daerah Tidung, yaitu Tari Jepen Tidung Bedangan. Dengan konsep tarian riang gembira menimbulkan kesan bahagia bagi setiap pemainnya. Semarak sorak sorai penonton juga ikut memeriahkan penampilan tersebut. Penampilan mereka pun akan terlihat lebih estetis jika para pemainnya dapat menjaga konsistensi ekspresi sesuai cerita yang telah dibuat. Namun dengan kostum yang cukup menarik membuat kekurangan mereka sedikit tertutupi.
   Dari beberapa adegan yang telah disajikan cukup mengantarkan para penonton untuk mengetahui jalan cerita dari taria tersebut. Begitu dilihat nampak ternyata beberapa penari yang saling melirik dan ragu akan gerakan yang mereka tampilkan sehingga juga mempengaruhi kekompakan tiap-tiap penari. Dengan urutan pola yang terlihat seimbang kiranya sangat cukup menambah pesona penampilan seni mereka.
        Disamping itu hadir pula penampilan dari sekelompok pemain teater yang berjudul Punahnya Suku Dayak Punan Segah. Mereka memiliki watak tersendiri dengan tokoh yang mereka perankan sedemikian baik dan menawan bagi penikmatnya. Dengan artikulasi serta intonasi yang mungkin dapat lebih diperdalam sekiranya dapat menambah kharisma pementasan mereka kali ini. Sistem penguasaan panggung terutama bloking juga sangat disayangkan disini.
    Adanya pepohonan, pangan serta benda-benda pendukung lainnya cukup memberikan makna tersendiri bagi para penikmatnya. Properti  pendukung tersebut dikreasikan dengan penuh keindahan dan tak jauh dari nilai-nilai kesenian. Hal itu kiranya juga sebagai bumbu keberhasilan dari teater ini sehingga membuat pemeranan teater ini lebih hidup, ditambah lagi dengan perpaduan kostum yang cukup unik, kreatif dan menarik membuat panitia yang berada di backstage terlihat sangat gigih dan tekun dalam membangun suasana saat pementasan mereka.
Sangat disayangkan, salah seorang tokoh dalam pemeranan teater ini kurang memaksimalkan watak penokohannya. Penokohan yang cukup baik dan bersahaja sebagai kepala suku adat. Dan jika permainan gerakan tubuh dengan artikulasi dan intonasi lebih dikombinasikan secara mendalam, maka akan lebih meyakinkan penghujung penonton yang terdiam bahwa dia adalah seorang kepala suku adat.
Namun dengan menyajikan tarian yang berjudul Tarian Enggang Punan Segah ditengah-tengah pementasan teater, sangat menambah nilai estetis dalam pementasan mereka. Suasana pementasan menjadi lebih hidup dan terdengar ricuh sorakan para penonton yang menanti kejutan selanjutnya. Ya, teater yang dikemas dengan beberapa kejutan yang bagi para penonton  cukup membuat tingkat kejenuhan semakin menurun. Ditambah lagi dengan kekompakan yg berhasil dicapai oleh para penarinya.
Aplikasi koreografer yang menyandingkan penari wanita dengan pria cukup menampakkan kekhasan suku dayak. Namun akan lebih baik jika eksplorasi gerakan yang disajikan untuk penari pria lebih memadukan dengan  gerakan perang antarpria khas suku dayak. Sehingga hal itu akan lebih menghidupkan suasana tarian mereka dan membuat penampilan mereka lebih bermakna dan menghibur para penonton.
Untuk kali ini, menurut saya pementasan tersebut sangat mengesankan. Dengan berbagai perpaduan-perpaduan menarik serta kejutan yang dikemas sebaik mungkin sehingga membuat penonton terkesima. Ditambah lagi dengan kerja keras serta tetesan keringat Tim Produksi yang tak kunjung patah semangat hingga akhir puncak pementasan. Tak ada pementasan yang sempurna, namun kesalahan adalah bumbu kesuksesan dari suatu pementasan serta pengalaman juga adalah ilmu termahal dan hanya orang tertentu yang mendapatkannya. Sekian dan semoga sukses kedepannya. SALAM BUDAYA..

ESAI - SUKSES MELALUI PROSES

Suasana langit yang berselimutkan awan-awan sejuk di pagi hari ini membuat hari-hariku menjadi lebih bersemangat. Kini telah memasuki musim baru bagi para pelajar maupun mahasiswa serta para pekerja, yaitu musim libur yang dikarenakan akan datangnya bulan yang suci dan penuh rahmat. Berkenaan dengan usainya ujian semester kenaikan kelas yang dilanjutkan dengan pembagian rapot. Pada hari ini, kami siswa siswi SMA Negeri 10 Samarinda telah resmi dinyatakan naik ke kelas selanjutnya. Nilai rapot yang mulai menggunakan IP (Indeks Prestasi) nampaknya tidak membuat semangat kami turun begitu saja. Dengan rata-rata nilai yang cukup baik membuat kami ingin terus berlomba-lomba dalam mencapai ribuan prestasi yang selalu menyapa kehadiran kami.

Setelah pembagian rapot selesai, maka kami pun segera pulang menuju tempat tinggal kami masing-masing. Tentunya hal ini juga membuat siswa siswi di setiap kelas tak jarang melepas rindu atas kenangan yang telah terukir selama setahun ini. Begitu juga dengan keadaan kelas saya, X MIPA 1 yang biasa dikenal sebagai MIXONE. Selang tak begitu lama, kami pun menuju tempat tinggal kami masing-masing.

Setibanya saya di tempat tinggal saya. Selama liburan ini, seperti biasa, sekolah saya pasti memberikan oleh-oleh berupa tugas yang harus diselesaikan sebelum masuk sekolah lagi. Tugas tersebut tak banyak, melainkan membuat esai. Disisi lain, ada kegiatan yang juga harus saya selesaikan secepat mungkin, yaitu KTI (Karya Tulis Ilmiah). KTI tersebut dikerjakan bersama dengan teman saya, Kinanti. Adanya KTI tersebut dalam rangka mengikuti OPSI (Olimpiade Penelitian Seluruh Indonesia) 2015. KTI ini kami kerjakan lebih dahulu, harapan kami dapat terselesaikan sesegera mungkin. Dengan bimbingan dari guru kami, Bu Irma.

Menurut saya KTI kali ini sangat menambah wawasan saya akan dunia perkuliahan. Ketika mengerjakannya pun, kami langsung bertatap muka dengan pembantu dekan disana. Itu hal yang sangat luar biasa bagi saya, pengalaman yang tentunya tidak semua orang bisa dapatkan. Lalu, ke lab untuk uji coba beberapa sampel di Universitas Mulawarman, juga membuat saya merasa senang dan tahu bagaimana rasanya menjadi seorang mahasiswa. Disana, kami banyak sekali berinteraksi dengan kakak-kakak mahasiswa, terutama yang berada di bagian lab tersebut. Dan disana juga kami diterangkan sedikit mengenai kandungan-kandungan yang ada pada beberapa sampel yang kami bawa. Penelitian ini sangat memerlukan pembagian waktu yang baik, agar tugas-tugas saya yang lain tidak terbengkalai.

Disisi lain, saya juga melakukan pekerjaan rumah untuk membantu orang tua saya. Saya ini termasuk orang yang sangat gemar memasak, tetapi saya sendiri belum bisa memasak. Ketika liburan inilah saya mulai belajar bagaimana cara memasak, mulai dari bumbu-bumbu dasarnya hingga mulai memcampur bumbu dengan bahan. saya sangat senang memasak, terlebih jika ada yang ingin mengajak saya untuk mengerjakannya bersama. Harapan saya, ketika saya sudah dewasa nanti, saya bisa memasak. Kata orang, memasak itu ribet, tetapi ada sebagian orang yang pendapatnya berbanding terbalik. Hal itu yang juga menjadi semangat baru untuk mendalaminya.

Saya belajar memasak tidak hanya dengan ibu saya, tetapi dengan siapa saja. Ketika memasak, biasanya saya bertanya beberapa hal seputar memasak. Dari hal itulah saya mengetahui banyak hal mengenai cara memasak. Motivasi saya dalam belajar memasak ini tak hanya dari dalam diri saya sebagai kaum hawa, tetapi juga dari teman-teman di sekeliling saya. Kebanyakan dari mereka sering kali berkata bahwa mereka bisa memasak dan memasak itu gampang saja, hal itu sangat lumrah bagi kaum hawa. Karena beberapa pendapat tersebutlah, saya menjadi semangat untuk mempelajarinya. Meski dahulu, saya sangat malas untuk melakukan hal yang berkaitan dengan dapur. Namun, sekarang saya malah senang melakukannya.

Memasak adalah hal yang luar biasa untuk saya sebagai pemula. Walaupun rintangannya sangat banyak, mulai dari bumbu-bumbu yang harus sesuai, tingkat kematangan yang pas dan hal-hal lain yang harus diperhatikan dengan baik. Saya pernah masak sambal goreng kentang, masakan tersebut adalah masakan kesukaan saya. Ketika itu rumah saya dalam keadaan tidak ada orang. Hingga untuk bertanya kemungkinan kecil sekali. Lalu, saya tak henti sampai disitu. Saya mencoba membuka situs internet seperti youtube. Mencoba belajar sendiri. Kebanyakan para koki terhebat juga bisa berasal dari belajar mandiri, tentunya dengan kritik-kritik dari para penyicipnya.

Pertama kali saya memasak, rasanya masih kelebihan bumbu. Yang kedua, hambar. Lalu, pernah juga keasinan. Namun saya tahu hal itu adalah hal yang wajar bagi pemula seperti saya. Meski hal itu kadang membuat saya kecewa. Tapi, semangat saya akan terus berkobar. Kritik adalah salah satu cara untuk menuju kesuksesan kita dalam mencapai tujuan kita. Ketika seseorang mengkritik kita, maka seharusnya kita senang. Karena hanya orang-orang yang perduli sajalah yang akan mengkritik apa yang kita lakukan.

Hari-hari berlalu begitu cepat, hingga puasa pun tidak terasa lama pada tahun ini. Setiap harinya yang selalu penuh dengan kegiatan-kegiatan positif. Saya adalah tipikal orang yang tidak bisa berdiam diri saja di dalam kamar tidur, justru saya harus memiliki kegiatan-kegiatan yang tentunya dapat menjauhkan saya dari kata bosan. Oleh karena itu, segala kegiatan selalu saya maksimalkan. Namun, adakalanya ketika kegiatan tersebut telah melampaui batas kesehatan saya, maka saya akan lebih banyak beristirahat. Liburan yang sangat panjang ini juga membuat saya rindu akan segala kegiatan yang ada di sekolah. Mulai dari kegiatan belajar mengajar hingga menjalin kebersamaan dengan teman sebaya saya.

Liburan pada tahun ini adalah liburan yang berkesan bagi saya. Banyak pengalaman yang saya dapatkan, terutama mengenai kehidupan kita. Tidak hanya bidang akademik sekolah saja yang akan saya asah lebih dalam, namun ilmu-ilmu kehidupan yang menurut sebagian besar orang kurang diperhatikan, juga saya pelajari. Terlebih ketika masih seumuran saya, mereka menganggap sekolah adalah yang paling penting. Namun menurut pendapat saya, sekolah tetaplah prioritas yang paling utama, tetapi disisi lain masih ad hal-hal kecil penunjangnya yang sering kali terabaikan. Bahkan dalam diri mereka hanya berpikiran “aku harus pintar akademik agar aku bisa sukses. Dan harus mendapat nilai sempurna dengan segudang prestasi yang kuraih selama aku bersekolah”. Tidak seperti itu yang saya pikirkan. Kita juga masih memerlukan interaksi sosial dengan semua orang, terutama keluarga dan lingkungan sekitar kita. Orang yang sukses masa depannya adalah orang yang telah banyak mendapatkan pengalaman pahit maupun manis yang tidak semua orang bisa merasakannya.

Kesuksesan tidak hanya diraih dengan nilai sempurna, tetapi juga melalui seberapa dalam kita dapat mempelajari prosesnya. Tidak hanya di bidang akademik, bersosialisasi, berinteraksi, berbagi kebahagiaan, serta menjadikan dirinya berarti di mata masyarakat juga merupakan bumbu-bumbu dari kesuksesan. Banyak dari para profesor, peneliti, pengusaha yang namanya sangat dikenal dunia bukan berasal dari anak yang mendapat nilai sempurna, melainkan mereka lebih memiliki banyak kekurangan. Dan mereka selalu melakukan usaha, meski kegagalan selalu menyelimuti senyum mereka. Bahkan untuk nilai sempurna, mendapat nilai lima puluh saja sudah sangat berarti bagi mereka.

Lain halnya dengan murid terpandai di suatu sekolah, yang selalu memikirkan nilai-nilainya yang harus sempurna. Sementara banyak orang disekitarnya masih memerlukan bantuannya dan dia acuh pada orang tersebut. Lalu, di masa depan untuk apa ilmu yang dia cari selama ini, jika orang yang memerlukan bantuan saja tidak diperdulikannya. Nilai hanya formalitas. Tak sedikit orang yang bahkan menghalalkan segala cara untuk memanipulasinya. Tetapi orang sukses? Tidak akan melakukan hal seburuk itu. Mereka percaya diri dengan hasil yang mereka dapatkan. lain dengan mereka yang pintar, yang selalu ricuh ketika nilainya menurun walaupun hanya 0.02 saja.

Dsini tidak bermaksud sama sekali untuk menyinggung perasaan di berbagai kalangan. Hanya saja kejujuran tetaplah yang pertama dan selalu tanamkan budi pekerti luhur. Sukses bersama-sama akan lebih indah dari pada sendirian. Percayalah, kebaikan yang kita lakukan, nantinya akan berbalik kepada diri kita juga. Begitu juga dengan keburukan yang kita lakukan.

Setelah beberapa hati saya lalui, kini telah menginjak di pertengahan bulan puasa. Dimana acara buka bersama mulai diadakan oleh teman-teman lama saya. Pada tahun lalu, saya selalu ada di rumah dan bahkan untuk mengikuti buka bersama saja tidak diperbolehkan oleh kedua orang tua saya. Ketika itu saya sangat kecewa karena tidak dapat menghadiri acara tersebut. Pada tahun ini, seperti biasa saya juga diundang untuk menghadiri kegiatan yang sama oleh teman SMA, SMP dan SD. Namun, untuk izin saja saya masih merasa takut tidak diperbolehkan lagi. Hingga teman-teman saya selalu memberi semangat pada saya agar tahun ini dapat berkumpul bersama dengan mereka. Akhirnya saya pun memberanikan diri untuk meminta izin kepada orang tua saya. Alhamdulillah, ternyata pemikiran orang tua saya saat ini telah berubah, sehingga saya dapat mengikuti acara tersebut.

Berkumpul bersama adalah kegiatan yang sangat saya suka. Karena saat itu, kami banyak sekali berbagi cerita dan tertawa bersama. Seakan kami telah terpisahkan sekian tahun lamanya. Meski tak lama, namun sangatlah berkesan bagi saya. Tidak hanya berkumpul bersama, tetapi juga berkumpul dengan keluarga. Memasak bersama dan makan bersama, tentunya dengan keluarga-keluarga saya. Sudah sangat lama saya tidak melakukan kegiatan itu. Karena kegiatan di sekolah yang begitu padat.
Pada liburan panjang kali ini saya sangat menikmati keadaan rumah saya. Karena hanya saat libur seperti ini saja saya bisa bersantai di rumah. Ketika sekolah, saya hampir hanya tidur malam saja. Hal itu terjadi dikarenakan kegiatan serta tugas-tugas saya selalu menyapa hangat saya di setiap waktunya. Saya sangat bersyukur sekali adanya libur panjang ini. Saya memiliki waktu bersama keluarga saya lebih lama dan tentunya sangat terasa kebersamaannya. Meski terkadang saya masih harus mengerjakan tugas sampingan saya yang belum terselesaikan.

Ketika mulai terdengar suara takbir di malam hari. Tak terasa sebulan lamanya berpuasa dan beribadah kepada Tuhan telah dilalui bersama keluarga. Kini tiba saatnya hari kemenangan untuk umat muslim. Dengan diiringi takbir dan sapaan mentari kala pagi itu cukup menemani perjalanan saya dan keluarga saya menuju tempat beribadah kami. Saat itu kami melakukan shalat Idul Fitri di masjid yang letaknya tidak jauh dari rumah. Masjid tersebut baru saja direnovasi sehingga nampak sangat indah untuk dinikmati oleh setiap sepasang mata.

Setelah shalat berjamaah, dilanjutkan dengan bermaaf-maafan. Lalu, kami makan bersama. Ibu saya saat itu masak ayam bumbu merah dan kami memakannya bersama lontong. Sungguh, hal itu adalah hal yang menyenangkan bagi saya. Dan tak lama kemudian setelah pintu rumah mulai terbuka, para tamu pun mulai berdatangan dan kami pun menyambut mereka dengan ramah dan penuh senyuman sembari saling bermaaf-maafan. Setelah beberapa hari menyambut tamu, kami pun mulai berangkat untuk mengunjungi rumah sanak saudara yang berada di daerah kami. Tak hanya itu, kami juga tetap berusaha berkomunikasi dengan saudara kami yang berada di Jawa Timur, meski hanya melalui via panggilan suara saja. Termasuk untuk menghubungi mbah-mbah yang ada di Jawa juga melalui media yang sama.

Namun tidak hanya berdiam diri di rumah saja, saya juga mengunjungi rumah keluarga saya yang letaknya lumayan jauh, yaitu di Tanah Grogot. Perjalanan yang ditempuh sekitar sepuluh jam. Perjalanan yang sangat menyenangkan ketika sudah mulai menaiki transportasi air, yaitu kapal. Kapal yang tidak begitu besar, namun cukup untuk menampung sekitar sepuluh kendaraan beroda empat dan beberapa kendaraan beroda dua. Perjalanan di dalam kapal tersebut dapat ditempuh selama satu jam tiga puluh menit. Pemandangan yang tersajikan begitu memanjakan kedua penglihatan saya ketika berada di atas kapal tersebut. Sejauh mata memandang, terlihat hamparan air yang begitu luas serta dengan disambut oleh hembusan angin yang menambah kesejukan di senja itu.

Setelah tiba di tempat keluarga saya, saya dan keluarga saya mendapat sambutan berupa jamuan makan malam. Dan kami pun menginap disana selama tiga hari dua malam. Disana kami dilayani sangat baik dengan keluarga kami. Segala cara agar kami merasa nyaman untuk tinggal disana. Dan aku sangat senang bisa berlibur disana. Tepat pada hari Sabtu pagi, kami pun pulang ke rumah kami yang berada di kota Samarinda.

Keesokan harinya, ternyata ada keluarga saya dari Tenggarong yang berkunjung ke rumah saya. Sebelumnya, ibu saya telah menyiapkan segala sesuatunya yang diperlukan untuk menjamu keluarga saya tersebut. Keluarga yang datang kurang lebih sekitar dua puluh orang. Saya dan keluarga saya menyambut dengan sebaik-baiknya. Harapan kami agar keluarga kami merasa nyaman saat berkunjung di rumah kami dan tujuan kami untuk mempererat tali silaturahmi kami pun dapat tercapai.

Tak lama kemudian, dimana bersantai akan berganti dengan berbagai kesibukan, istirahat akan sekedarnya dan akan ada ribuan salam manis dari para tugas akan menjemput para pelajar di seluruh Indonesia. Ya! Saat dimana kata libur akan segera disambut dengan rangkaian kegiatan sekolah seperti biasa. Dimana semangat belajar harus sangat ditegakkan. Dengan penuh kegembiraan, hati yang ikhlas, pantang menyerah, jujur, dan selalu ingin memberikan yang terbaik akan selalu menjadikan penopang bagi semangat belajar saya yang baru. Kesuksesan dalam hidup saya ketika saya mampu meraih tujuan hidup saya di masa mendatang dengan segala proses yang saya tempuh dengan tetesan keringat murni pada diri saya. SALAM PELAJAR!!!

ESAI - METODE GENIUS?

Rasul merupakan penyampai risalah(pesan) Allah kepada manusia agar manusia memiliki rambu-rambu dalam menjalani kehidupan. Para Rasul mengalami hal-hal yang sulit dalam menyampaikan risalah Allah, karena mereka memproklamirkan agama baru, simbol baru dan syariat baru  yang bertentangan dengan kebiasaan, tata cara peribadatan kaum di tempat mereka diutus, tentunya hal ini medapatkan perlawan besar, karena dalam pandangan kaum tersebut yang menjadi dasar terhadap suatu ajaran adalah apa yang telah dilakukan oleh nenek monyang mereka terdahulu.
وَكَذَلِكَ مَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَا إِنَّا وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَى أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَى آثَارِهِمْ مُقْتَدُونَ
Dan Demikianlah, kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatanpun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapak- bapak kami menganut suatu agama dan Sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka”. (Az-Zukhruf:23)

Para Rasul mendapat tekanan, ancaman dan siksaan dari kaum mereka, bahkan keluarga sendiri menjadi musuh. Meskipun ancaman tersebut nyawa menjadi tantangannya, namun hal tersebut tidak menyurutkan mereka selangkahpun untuk menyebarkan dakwah kepada kaumnya, pada akirnya mereka berhasil menyampaikan misi dakwah, ini terbukti dengan jumlah pengikut yang makin hari makin bertambah. Keberhasilan dakwah yang mereka capai tentunya tidak mudah, sangat dibutukan strategi dan metode-metode tertentu. Tentunya setiap Rasul memiliki model-model kusus sesuai dengan bentuk karakter, watak dan tabiat umat mereka masing-masing.

Ada beberapa model dakwah Rasul yang digali dari Al-Qur’an dan kitab-kitab sejarah, yang bisa kita jadikan sebagai pedoman dalam pelaksanaan dakwah, yaitu dakwah fardiyah, dakwah ammah, dakwah bi al-tadwin dan dakwah bil hal.

Dakwah fardiyah adalah ajakan atau seruan kepada jalan Allah yang dilakukan seorang da’i (penyeru) kepada orang lain secara individual. Contohnya pada kisah Nabi Ibrahim dengan ayahnya. Ibrahim mendapat petunjuk dari Allah setelah ia melakukan perenungan dan pencarian hakikat Tuhan, pada akirnya ia menemukan kebenaran dan Allah mengangkatnya sebagai Rasul (Al-An’am: 75-79). Sasaran pertama dakwahnya adalah ayah kandungnya sendiri yang beragama musyrik, Ibrahim mencoba untuk memberikan dakwah kepada ayahnya secara personal (fardiyyah);
 وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَبِيًّا (41) إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ لِمَ تَعْبُدُ مَا لَا يَسْمَعُ وَلَا يُبْصِرُ وَلَا يُغْنِي عَنْكَ شَيْئًا
Ceritakanlah (hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang nabi, Ingatlah ketika ia Berkata kepada bapaknya; “Wahai bapakku, Mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun… (selengkapnya dalam surat Maryam 41-49).

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka harus diatur langkah-langkah yang baik. Ada beberapa langkah penyampaian dakwah fardiyyah yang dapat dijadikan sebagai contoh, yaitu dengan berkata lembut dan memilih suasana serta tempat yang tepat.

Dakwah ammah yang dilakukan oleh seseorang dengan media lisan yang ditujukan kepada orang banyak dengan maksud menanamkan pengaruh kepada mereka. Nabi Muhammad juga telah mempraktekkan dakwah ammah ini setelah 3 tahun lamanya ia melakukan dakwah fardiyyah dan setelah ia mendapat dukungan dari sanak saudara, sahabat dan juga para tetangga. Pelaksanaan dakwah ammmah tersebut dilakukan Rasulullah berdasarkan perintah Allah dalam surat Al-Hijr ayat 94:
فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ
Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.

Nabi Muhammad menaiki bukit Shafa dan mengumpulkan orang-orang dengan berteriak “Ya Sabaakha! Ya Sabaakha!”, (panggilan ini adalah suatu cara bangsa arab yang dipakai jika ada sesuatu yang penting). Karena itulah kaum Quraisy yang mendengar panggilan tersebut segera berkumpul dan tidak dapat terpaksa mengirimkan orang untuk mendengarkan apa yang dikatakan Rasul. Setelah mereka berkumpul, Rasul berkata :
“Hai Banu Abdul Muthalib, Hai Banu Fihr, Hai Banu Kaab! Bagamainakah pendapatmu jika aku kabarkan bahwa di belakang gunung ini ada sepasukan kuda musuh yang datang akan membinasakan kamu, apakah kamu percaya apa yang aku katakan?” Jawab Mereka : “Ya, kami akan percaya karena tidak ada keraguan bagi kami untuk tidak mempercayaimu”. Kata Rasul : “Ketahuilah oleh kamu sekalian bahwa aku adalah seorang pemberi peringatan kepadamu tentang datangya siksa oleh Allah”.

Semua orang yang hadir ditempat itu diam saja sambil merenung apa yang dikatakan oleh Rasul, kecuali Abu Lahab, setelah ia mendengar ucapan Rasul ia memprotes : “Sesungguhnya celaka kamu sepanjang hari ini, hanya inikah kamu mengumpulkan kita?” kemudian Allah menurunkan surat al-Kaafirun sebagai jawaban balasan terhadap perkataan Abu Lahab.

Dalam pernyampaian dakwah ammah ini ada beberapa hal yang sangat dibutuhkan, diantaranya mental yang kuat, ilmu yang mencukupi, hujjah (argument) yang kuat, kesabaran dan istiqomah
Dakwah bi al-tadwin adalah dakwah dengan menggunakan pena, atau lebih dikenal dengan dakwah bilqalam. Model dakwah ini cukup popular di abad moderen ini mengingat kemajuan teknologi yang cukup pesat, namun model dakwah ini telah digunakan oleh Rasul-rasul terdahulu. Contohnya tentang surat Nabi Sulaiman kepada Ratu Balqis. Dengan kepulangan hud-hud yang membawa berita besar, bahwa hud-hud menemukan sebuah kerajaan di negeri Saba’ yang dipimpin oleh seorang wanita, namun ia dan kaumnya menyembah selain Allah yaitu matahari. Nabi Sulaiman ingin membuktikan kebenaran hud-hud tersebut, maka nabi Sulaiman mengutus hud-hud untuk menyampaikan sebuah surat;  (An-Naml:28-31).
اذْهَبْ بِكِتَابِي هَذَا فَأَلْقِهْ إِلَيْهِمْ ثُمَّ تَوَلَّ عَنْهُمْ فَانْظُرْ مَاذَا يَرْجِعُونَ (28) قَالَتْ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ إِنِّي أُلْقِيَ إِلَيَّ كِتَابٌ كَرِيمٌ (29) إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (30) أَلَّا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ.
Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, Kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan”, Berkata ia (Balqis): “Hai pembesar-pembesar, Sesungguhnya Telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia. Sesungguhnya surat itu dari SuIaiman dan Sesungguhnya (isi)nya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”.

Dakwah bil hal merupakan tindakan nyata seorang  juru dakwah di depan mad’unya, tindakan nyata tersebut bisa mempengaruhi diri mad’u sehingga ia dapat mengaplikasikan tindakan tersebut dalam kehidupan. Hal ini terbukti ketika terjadinya peristiwa Arab Baduwi.
Abu Hurairah berkata: Berdiri seorang Arab Baduwi, lalu kencing di sekitar mesjid, kemudian dia dikeremuni oleh manusia dan mencelanya. Nabi Muhammad Berkata kepada mereka: Biarkan dia! Siram segayung air di atas kencingnya atau segenggam air. Maka sesungguhnya kalian diutus untuk memberikan kemudahan, dan bukan di utus untuk memberikan kesulitan. (HR. Bukhārȋ).

Nabi Muhammad juga menunjukkan rendah hati dalam peristiwa tersebut, hal ini dapat kita lihat ketika Nabi Muhammad meminta kepada sahabatnya untuk mengambil segayung air, kemudian Nabi Muhammad menyiramkannya ke tempat orang Baduwi tersebut membuang kencingnya. Sifat rendah hati Nabi Muhammad ini juga sebagai tanda bahwa beliau bukanlah orang yang sombong, hal ini mendapat perhatian penuh dari orang Baduwi tersebut sehingga isa memuji Rasul dengan doa اللهمّ ارحمني ومحمدا ولا ترحم معنا احدا
(ya Allah sayangi aku dan Muhammad, dan jangan sayangi seorang pun dari orang-orang yang bersama kami).

Model dakwah para nabi sangat beragam sesuai dengan perkembangan ajaran yang mereka terima dan sangat terikat dengan situasi dan kondisi. Dakwah fardiyyah sebagai model dakwah permulaan mengingat tidak adanya dukungan dari pihak manapun, sehingga yang menjadi sasaran dakwah adalah orang-orang yang telah dikenal dari keluarga, kerabat dan tetangga. Sedangkan dakwah ammah dilakukan di depan khalayak ramai, dimana penyampaian dakwah ini harus memiliki kesiapan yang mencukupi karena mad’u yang beragam.

Dan tidak jauh berbeda dengan dakwah-dakwah sebelumnya, yaitu dakwah bilhal yang merupakan model dakwah paling mempengaruhi mad’u karena aksi nyata biasanya lebih cepat dicontoh, maka da’i  dituntut untuk menjadi Qudwah Hasanah. Dan dakwah bi al-tadwin merupakan model dakwah yang bisa dimanfaatkan kapan saja oleh da’i dan dapat diakses oleh mad’u setiap saat karena model ini tidak terikat dengan waktu dan tempat. Model ini dianggap selangkah lebih maju, namun harus memiliki kemampuan menulis yang benar dan menguasi ilmu pengetahuan yang luas.


REFERENSI
Al-Qur’an dan terjemahan Digital
Ahmad Abu al-Amayim, Diraasaat fi al-dakwat al-Islamiiyah,  Kairo: Percetakan Azhar Mansoera, 2001
Al-Tirmīzȋ, Sunan Tirmīzȋ, Kairo: Dar al- Ḥadȋth, 2001
Ibnu Hisyam, Al-Sirah al-Nabawiyyah, Kairo: Maktabah Tafiqiyyah, tt
Ibnu Kastir, Al-Bidayaah Wannihaayah, Kairo: daar al-Manar, 2001
Ibnu Manzur, Lisanul Arab, Kairo: Dar al-Maarif, tt

Senin, 25 April 2016

OPEN LETTER

Dear minister of education

Assalamu’alaikum Wr. Wb. 
How are you, sir? You must have been busy with the affairs of education of children in this country. Our Same sir, we also busy. Thanks to the curriculum that you create. We are two student that supportive and opposed the 2013 curriculum sir. Why so? As the two coins have two different images. Curriculum 2013 created with advantages and disadvantages.

The times have now reached the goal posotif sir, as well as in education. Of course, to take in every level of education, has many obstacles. In each country, it has a special way to apply science education to their citizens. Some country use a way to focus interest since stepping primary school and some even apply it universally science since stepping primary school. In Indonesia, learning techniques used is to apply all subjects since someone started to go to primary school. And now taken the technique is to implement a curriculum of 2013 or commonly called the K13. K13 curriculum is good enough right now. With this curriculum, students are required to always be busy with positive activities, such as chores, homework, assignments during the holidays, the final project of the semester, papers etc. Where these activities are almost always available in each subject and will be submitted to the teacher concerned with almost the same time. Of course, discipline and proactive attitude are indispensable at this time, if not, then these students will be left behind.

On the other side, this would make some students feel unable to do. Too much they learn, where each subject has the task every week. and than with another activities outside learning activities (KBM), which also must be done by a student. Of course a student will have a pretty big responsibility to carry out all the obligations. However, as can be seen around that there are some students who can not afford the existence of this curriculum. For them this curriculum is quite burdensome and prevented them will focus their interests and talents. Even a few of those who say that when they grow up, there will only be one choice for his ideals. However, the current K13 not like their expectations. Focus level they were finally broken and difficult to explore interest in their talents early on. Required to understand the subjects is not easy for some students. Balancing learning with other social activities are also not an easy thing. By giving time to the needs of one student, are supposed to make them more enthusiastic about the interest in their talents. Not to impose what they do not like is the easiest way to make a student to become a champion. No need with this demand, by a student who likes to interest his talents and focus on it, then he learn it more, then he will be successful. Embed this on a student's honesty, sense of responsibility and character, then he will grow up to be a champion. so we submit this open letter. I hope you can consider it.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Sincerenly,
Dyanatun Nisa and Vira Mustika Satya Irada

Selasa, 09 Februari 2016

Seni Rupa

Vira Mustika Satya Irada
XI MIPA 5

Rangkaian Kata
I. Deskripsi
1. Konsep : Nirmana Trimatra
2. Media : Karton Tebal 
3. Alat dan Bahan
Alat :  
a. Cutter
b. Koran
c. Penggaris
d. Pensil

Bahan : 
a. Korek api (batang)
b. Lem kayu
c. Sterofoam warna
d. Karton tebal
e. Pilox hitam

II. Sinopsis
Suatu karya seni rupa, dengan memadupadankan unsur-unsur dari konsep Nirmana Trimatra dengan pesona senja yang begitu indah. Mengesankan akan sebuah cerita indah yang sedang berlangsung diantara sepasang kekasih. Dengan lembutnya terpaan angin yang merangkul kedua insan ini. Seakan penuh dengan rangkaian kata yang terucap. Kata demi kata yang dirangkai sedemikian manisnya. Dengan ribuan kenangan manis yang telah tercipta. Namun kini, hal itu telah menjadi penghias hidup.
Blog: visaysatya.blogspot.com

Minggu, 03 Januari 2016

Karya Tulis Ilmiah - Kesehatan

KARYA TULIS ILMIAH

“UPAYA MENGURANGI ANGKA KESAKITAN  
PENDERITA PENYAKIT ISPA 
MELALUI TEKNOLOGI VAKSIN ISPA”

    


OLEH:
KINANTI PUTRI UTOMO
NIS.1963
MARISA CAROLINA KARUNDENG
NIS. 1983
VIRA MUSTIKA SATYA IRADA
NIS. 2084

SMA NEGERI 10 SAMARINDA 
DINAS PENDIDIKAN KALIMANTAN TIMUR
2015


LEMBAR PENGESAHAN

Judul : UPAYA MENGURANGI ANGKA KESAKITAN PENDERITA PENYAKIT ISPA MELALUI TEKNOLOGI VAKSIN ISPA
Nama :  1. Vira Mustika Satya Irada       NIS  : 2084
              2. Marisa Carolina Karundeng  NIS  : 1983
              3. Kinanti Putri Utomo              NIS  : 1963

 Karya Tulis Ilmiah ini telah kami setujui untuk dijadikan sebagai tugas kegiatan liburan.


Samarinda, 21 Maret 2015

Pembimbing 


Irma Wahyu Ningsih, S.Pd, M.Si

Mengetahui,
Kepala Sekolah SMAN 10 Samarinda


Armin, S.Pd, M.Pd.



KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT. Karena atas rahmat dan hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini yang berjudul“HUBUNGAN ANTARA PERSONAL HYGIENE SERTA POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT DALAM PENEKANAN ANGKA PENDERITA SCABIES”. Walaupun terdapat beberapa hambatan dalam menyelesaikannya, tetapi atas izin Allah akhirnya karya tulis  ini dapat terselesaikan.
Dalam kesempatan ini pula saya menyampaikan rasa bahagia dan ucapan terima kasih kepada:
1. Bapak Armin S.Pd, M.Pd., selaku kepala SMA Negeri 10 Samarinda.
2. Ibu Titin Hartini, M.Ed. yang telah membimbing dalam proses pembuatan karya tulis ini.
3. Kedua orang tua kami yang telah memberikan partisipasinya dengan baik.
4. Teman-teman yang telah menjadi responden, mendukung kami dan memberikan semangat dalam menyelesaikan karya tulis ini.

Kami menyadari bahwa dalam karya tulis ini masih banyak kekurangan dan kesalahannya, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran agar karya tulis ini bisa lebih baik lagi. Dan semoga apa yang kami sampaikan dalam karya tulis mengenai scabies ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan tidak disalahgunakan. Juga meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai scabies, sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat lagi.

Samarinda, 28 Desember 2015


Penulis



ABSTRAK

Studi kasus mengenai Aplikasi Perkembangan Teknologi dalam Kesehatan untuk Mencegah, Mengurangi, dan Mengendalikan Penyebaran Penyakit ISPA di Indonesia.
Oleh:
- Kinanti Putri Utomo
- Marisa Carolina Karundeng
- Vira Mustika Satya Irada

Studi kasus tentang Upaya Mengurangi Angka Kesakitan Pada Penderita Penyakit ISPA Melalui Teknologi Vaksin ISPA. Seperti yang diketahui bahwa penyebaran penyakit ISPA khususnya di Indonesia mengalami beberapa tahap peningkatan dan penurunan angka pada penderita penyakit ISPA. Berbagai cara penanganan telah dilakukan oleh sekelompok dokter. Namun diketahui peningkatan angka penderita penyakit ISPA masih saja terjadi. Hal itu juga disebabkan oleh berbagai faktor yang salah satunya adalah minimnya pengetahuan seorang ibu terhadap penyakit ISPA. Dan studi kasus ini bertujuan untuk mengatasi, mencegah dan mengendalikan penyebaran penyakit ISPA dengan cara melakukan vaksinasi ISPA di berbagai daerah mulai dari tingkat posyandu hingga tingkat puskesmas dengan cara pengadaan vaksin oleh pemerintah.

Studi kasus yang dilakukan menggunakan metode kuisioner dengan sampel siswa SMA Negeri 10 Samarinda, pengambilan data melalui jurnal Puskesmas Wonorejo dan wawancara dengan pihak serta pengunjung Puskesmas Wonorejo. Berdasarkan hasil yang didapat, diketahui bahwa 80% ibu yang memiliki balita tidak mengetahui apa itu penyakit ISPA dan adanya pemberian vaksin ISPA, 57% siswa mengetahui apa itu penyakit ISPA, dan setiap tahunnya terjadi peningkatan pada penderita penyakit ISPA dalam konteks pneumonia.

Berdasarkan hasil di atas diketahui bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan penyebaran ISPA semakin meningkat, yaitu minimnya pengetahuan mengenai penyakit ISPA, pencegahan yang kurang optimal serta penyembuhan atau pengobatan yang kurang efektif. Oleh karena itu karya tulis ini akan mengembangkan aplikasi vaksinaasi ISPA terhadap balita sedini mungkin serta terus meningkatkan kualitas vaksin ISPA dan rutin mengadakan penyuluhan mengenai penyakit ISPA. 



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Perkembangan zaman yang didampingi oleh kemajuan teknologi tentunya dapat mempermudah segala sesuatu. Terutama dalam penanganan suatu penyakit yang di derita oleh masyarakat Indonesia. Tidak hanya di Indonesia bahkan di seluruh negara berkembang juga terdapat banyak sekali jenis penyakit ringan maupun berat, diantaranya adalah gagal ginjal, ebola, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), kanker serviks dan masih banyak lagi. Dapat diambil sebagai contoh yaitu penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Penyakit tersebut adalah salah satu jenis penyakit yang sangat menular.
Di Indonesia telah tecatat bahwa penderita penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) setiap tahunnya meningkat sebanyak 98%. Penderita penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) rata-rata berusia di bawah 2 tahun. lnfeksi Saluran  Pernafasan  Akut  atau ISPA  mengakibatkan sekitar  4 iuta kematian balita di negara berkembang.  Tiga juta dari 4 juta kematian  ISPA tersebut  teriadi  karena pneumonia.  Di lndonesia  kematian  akibat pneumonia pada balita juga masih merupakan masalah dan jumlahnya diperkirakan  sekitar 150.000 per tahun (Tri Nur Hidayati,  2007).
Berbagai cara penanganan telah dilakukan oleh sekelompok dokter untuk mengantisipasi penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Salah satunya dengan pengadaan vaksinasi di berbagai daerah. Namun berdasarkan data di atas, membuktikan bahwa dengan cara tersebut belum menunjukkan penurunan angka penderita penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Pengobatan  atau  tata  laksana  kasus  (case management) ISPA  yang  tepat  dapat  mencegah  secara  efektif  terjadinya  kematian akibat  ISPA,  khususnya  pneumonia,  sekitar  40 % sampai 80 % (WHO, 1988).

Oleh karena itu penulis akan melakukan studi kasus mengenai penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Penulis juga akan memaparkan dalam sebuah karya tulis ilmiah yang bertemakan aplikasi perkembangan teknologi dalam kesehatan untuk mencegah, mengurangi dan mengendalikan penyebaran penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) di Indonesia. 


1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah telah diadakannya vaksinisasi untuk penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)?
2. Bagaimana proses pengaplikasiannya terhadap warga di berbagai daerah?
3. Mengapa angka penderita penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) semakin bertambah setiap tahunnya?

1.3 Tujuan
1. Untuk mencegah, mengurangi dan mengendalikan penyebaran penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
2. Untuk mengetahui seberapa jauh perhatian pemerintah terhadap warga untuk melakukan sosialisasi terhadap vaksin tersebut.
3. Untuk mengatasi kenaikan angka penderita penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

1.4 Manfaat
Bagi kedokteran klinis
Dapat meningkatkan dan menambah ilmu pengetahuan serta dapat 
memperbaiki cara pengaplikasian vaksin mengenai penanganan penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).
Bagi masyarakat
Dapat mengatasi serta menangani kenaikan angka penderita penyakit Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).
Bagi sekolah
Dapat meningkatkan mutu kesehatan bagi para siswa serta guru yang ada di lingkungan sekolah.
Bagi penulis
Dapat menambah pengetahuan penulis dalam penyebaran penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Bagi penulisan dan penelitian lebih lanjut
Dapat menambah pengetahuan atau wawasan untuk mencegah, mengurangi dan mengendalikan penyebaran penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut dengan metode teknologi yang ada.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kajian Teori
2.1.1 Teknologi
2.1.1.1 Teknologi
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia (Nurianti, 2013).
Teknologi adalah proses yang meningkatkan nilai tambah, proses tersebut menggunakan atau menghasilkan suatu produk, produk yang dihasilkan tidak terpisah dari produk lain yang telah ada dan karena itu menjadi integral dari suatu sistem (Miarso, 2007).

2.1.1.2 Teknologi Kesehatan
Segala bentuk alat dan/atau metode yang ditujukan untuk membantu menegakkan diagnosa, pencegahan dan penanganan permasalahan kesehatan manusia (Handa Satyanugraha Abidin, 2013).
Sehingga dapat diketahui bahwa teknologi adalah suatu metode untuk membuat sebuah cara atau alat yang diciptakan oleh manusia untuk mempermudah setiap kegiatan. Sedangkan teknologi kesehatan merupakan teknologi yang diciptakan dan digunakan di bidang kesehatan.

2.1.2 Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
2.1.2.1 Pengertian ISPA
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang tenggorokan, hidung dan paru-paru yang berlangsung kurang lebih 14 hari, ISPA mengenai struktur saluran di atas laring, tetapi kebanyakan penyakit ini mengenai bagian saluran atas dan bawah secara stimulan atau berurutan (Muttaqin, 2008).

ISPA adalah infeksi saluran pernapasan yang berlangsung sampai 14 hari yang dapat ditularkan melalui air ludah, darah, bersin maupun udara pernapasan yang mengandung kuman yang terhirup oleh orang sehat (Depkes RI, 2012).
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah terjadinya infeksi yang parah pada bagian sinus, tenggorokan, saluran udara, atau paru-paru. Infeksi yang terjadi lebih sering disebabkan oleh virus meski bakteri juga bisa menyebabkan kondisi ini (Alodokter, 2014).
Dapat disimpulkan ISPA adalah suatu penyakit pada pernapasan yang telah akut dan berlangsung selama kurang lebih 14 hari. Penyakit ini menyerang saluran pernapasan atas dan bawah. Penyakit ini juga mudah menular melalui berbagai cara. Penyebab utama dari penyakit ini ialah virus dan bakteri.
2.1.2.2 Etiologi ISPA
Etiologi ISPA terdiri atas bakteri, virus dan ricketsia. Penyebab ISPA dapat berupa bakteri maupun virus. Bakteri penyebabnya antara lain dari genus Streptokokus, Stafilokokus, Pneumokokus, Hemofilus, Bordotella dan Korinebakterium. Virus penyebabnya antara lain golongan Miksovirus, Adenovirus, Koronavirus, Pikornavirus, Mikoplasma, dan Herpesvirus. Sekitar 90-95% penyakit ISPA disebabkan oleh virus (Depkes R.I, 2008).

2.1.2.3 Klasifikasi ISPA
· Pneumonia (radang paru): ditandai secara klinis oleh adanya napas cepat.
· Pneumonia berat: ditandai secara klinis oleh adanya tarikan dinding dada ke dalam.
· Bukan pneumonia: ditandai secara klinis oleh batuk pilek, bisa disertai demam, tanpa tarikan dinding dada ke dalam, tanpa napas cepat.

2.1.2.4 Gejala klinis ISPA 
· Sistem respiratorik:
Napas cepat, napas tak teratur, retraksi dinding dada, napas cuping hidung, sianosis, suara napas lemah, wheezing.
· Sistem cardial:
Takikardi, bradikardi, hipertensi, hipotensi dan cardiac arrest.
· Sistem cerebral:
Sakit kepala, papil edema, gelisah, bingung, kejang, koma.
· Sistem integumen:
Keluar keringat banyak.

2.1.2.5 Faktor yang mempengaruhi penyebaran penyakit ISPA
· Kondisi lingkungan(misalnya, polutaan udara, kepadatan anggota keluarga, kelembaban, kebersihan, musim, temperatur);
· Ketersediaan dan efektivitas pelayanan kesehatan dan langkah pencegahan infeksi untuk  mencegah penyebaran (misalnya, vaksin, akses terhadap fasilitas pelayanan kesehatan, kapasitas ruang isolasi);
· Faktor pejamu seperti usia, kebiasaan merokok, kemampuan pejamu menularkan infeksi, status kekebalan, status gizi, infeksi sebelumnya atau infeksi serentak yang disebabkan oleh patogen lain, kondisi kesehatan umum; dan
· Karakteristik patogen seperti cara penularan, daya tular, faktor virulensi (misalnya, gen penyandi toksin) dan jumlah atau dosis mikroba (ukuran inokulum).

2.1.3 Vaksin
Vaksin adalah suatu bahan yang berasal dari kuman atau virus yang menjadi penyebab penyakit, namun telah dilemahkan atau dimatikan, atau diambil sebagian, atau mungkin tiruan dari kuman penyebab penyakit, yang secara sengaja dimasukkan ke dalam tubuh seseorang atau kelompok orang dengan tujuan merangsang timbulnya zat anti penyakit tertentu pada orang-orang tersebut (Achmadi, 2006).
Vaksin  berasal dari bahasa latin vacca (sapi) dan vaccinia (cacar sapi). Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu penyakit sehingga dapat mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi oleh organisme alami atau liar (info imunisasi).
Vaksin adalah senyawa antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif dan meningkatkan imunitas tubuh terhadap suatu penyakit sehingga tubuh dapat segera membuat antibodi yang di kemudian hari dapat mencegah atau kebal dari penyakit tersebut.



BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Prosedur Pengumpulan Data 
3.1.1 Waktu Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 14 Maret 2015. Pukul 10.00
3.1.2 Tempat Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan di Puskesmas Wonorejo Samarinda yang beralamat di JL. Cendana No.58 Kec. Samarinda Ulu.
3.1.3 Cara Pengumpulan Data 
Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai Pihak Puskesmas tersebut. Kemudian, meminta Jurnal Penderita ISPA di puskesmas tersebut.
3.1.4 Wawancara
Telah di lakukannya 2 jenis wawancara, yang pertama kepada pihak puskesmas yang kedua kepada 10 pengunjung puskesmas. Setelah melakukan wawancara dan pengumpulan data maka selanjutnya menganalisis data yang telah di ambil.
3.1.5 Survei
Kemudian melakukan survei kepada 25 Orang Pelajar dengan cara memberikan pertanyaan kuisioner kepada mereka. 

3.2 Hasil Pengumpulan Data 

TABEL PENDERITA ISPA ( 2010 - 2014 )
Tahun
Pneumonia
Pneumonia Berat
Bukan Pneumonia
2014
1509
0
2193
2013
23
0
4963
2012
7
0
4783
2011
1
0
4260
2010
0
1
6326
1.1 Jurnal Puskesmas Wonorejo Samarinda
 
1.2 Diagram Batang Penderita ISPA ( 2010 - 2014)

Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak puskesmas. Puskesmas telah memberikan vaksin ISPA sejak tahun 2014, dan hasil dari pemberian vaksin ISPA tersebut pun berhasil. Karena angka penderita dari tahun 2013 ke tahun 2014 telah menunjukkan penurunan yang baik. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa dengan teknologi vaksin dapat mengurangi angka kesakitan penderita ISPA. 
Kemudian, kita juga bisa melihat dari hasil pengumpulan data bahwa angka penderita ISPA di daerah tersebut masih tergolong tinggi. Bahkan, dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2013 angka penderita ISPA mengalami kenaikan dan penurunan yang tidak stabil. Maka masih banyak kekurangan yang harus di  tinjau ulang.

Hasil Survei Pada Pelajar Tentang ISPA
No.
Pertanyaan

1
Apakah Anda mengetahui apa itu ISPA ?


2
Apakah penyakit ISPA itu tergolong penyakit berbahaya ?


3
Ketika Anda mengalami gejala ISPA, apakah Anda langsung pergi kedokter/puskesmas/rumah sakit?


4
Apakah ada kegiatan rutin mengenai kesehatan(pemeriksaan kesehatan) siswa di sekolah Anda?


5
Apakah kebersihan di sekolah Anda cukup terjaga?


6
Apakah Anda memiliki riwayat penyakit ISPA?



1.3 Pertanyaan Kuisioner tentang ISPA

 Survei kepada 25 Pelajar SMAN 10 Samarinda.
Hasil dari Survei yang telah dilakukan adalah berikut :
l Dari pertanyaan No.1 : 13 Orang menjawab “Ya”, 12 Orang lainnya menjawab “Tidak”
l Dari pertanyaan No.2 : 25 Orang menjawab “Ya”
l Dari pertanyaan No.3 : 20 Orang menjawab “Ya’, 5 Orang lainnya menjawab “Tidak”
l Dari pertanyaan No.4 : 25 Orang menjawab “Tidak”
l Dari pertanyaan No.5 : 15 Orang menjawab “Ya”, 10 Orang lainnya menjawab “Tidak”
l Dari pertanyaan No.6 : 25 Orang menjawab “Tidak”

Dari hasil kuisioner tersebut diperoleh data 52% siswa mengetahui tentang ISPA, dan sisanya tidak mengetahui tentang ISPA. Maka dapat kita ketahui bahwa sosialisasi mengenai ISPA kepada masyarakat masih kurang apalagi mengenai vaksin ISPA yang  mungkin belum pernah mereka dengar sebelumnya.

Dan pada pertanyaan keempat dapat menjadi bukti kurangnya sosialisasi mengenai ISPA, karena 25 dari 25 responden menjawab tidak pernah ada penyuluhan ISPA yang pernah dilakukan di sekolah khususnya SMA Negeri 10 Samarinda.



BAB IV
PEMBAHASAN

4.1. Analisis Permasalahan
Berdasarkan data dari puskesmas Wonorejo yang di jadikan sebagai sampel. Dapat diketahui bahwa angka penderita ISPA khususnya yang menderita pneumonia berat sangatlah sedikit. Sedangkan penderita pneumonia telah meningkat di setiap tahunnya. Dan untuk yang bukan pneumonia memang jumlahnya masih tetap banyak, tetapi telah mengalami penurunan yang cukup signifikan di setiap tahunnya. 

Menurut sumber yang telah di wawancarai pada saat di puskesmas Wonorejo, ada info bahwa vaksin ini tidak dikenakan biaya karena telah menjadi program kesehatan pemerintah sejak bulan November 2014. Dan untuk memastikannya maka diadakan wawancara kepada 10 pengunjung puskesmas Wonorejo yang mempunyai anak balita mengenai ISPA. Dari wawancara ini, dua orang Ibu mengaku mengetahui ISPA dan pernah memberikan vaksin tersebut kepada anaknya lalu seorang ibu juga mengaku mengetahui ISPA, tapi tidak tahu apakah anaknya pernah diberikan vaksin tersebut. Sedangkan ketujuh Ibu lainnya tidak mengetahui ISPA dan merasa anaknya tidak pernah diberi vaksin ISPA. 

Jenis vaksin ISPA sendiri ada 2, yaitu Influenza Nothern Hemisphere dan Influenza Southern Hemisphere. Dengan adanya vaksin tersebut dapat membantu mrngurangi, mencegah, dan mengendalikan angka penderita penyakit ISPA. Dari data pada bab III dapat kita ketahui bahwa penurunan angka penderita penyakit ISPA mencapai 28% setiap tahunnya. Namun penurunan yang terjadi belum signifikan dikarenakan masih ada beberapa faktor lain, yaitu berat badan lahir, status gizi, kepadatan hunian, serta minimnya pengetahuan ibu mengenai penyakit ISPA.
Dari data di atas pula kita dapat mengetahui bahwa vaksin untuk penyakit ISPA telah diberikan oleh para dokter yang ada di puskesmas kepada balita disertai dengan vaksin penyakit lainnya. Namun ada yang perlu di perhatikan dalam hal ini, yaitu dalam pemberian vaksin petugas kesehatan yang memberikannya tidak memberitahukan vaksin jenis apa yang telah dilakukan. Sehingga banyak para orang tua yang tidak tahu apakah anaknya telah diberi vaksin ISPA, bahkan ada yang sama sekali tidak mengetahui apa itu ISPA. 

Jadi vaksin ISPA sebenarnya memang telah ada, tetapi vaksin ini kurang dikenal masyarakat layaknya vaksin tetanus maupun vaksin hepatitis. Karena kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai vaksin ini maka sosialisasi mengenai ISPA sangatlah penting dilakukan. Sebab ISPA bukanlah penyakit yang dapat diabaikan begitu saja, jika salah dalam penganganan maupun keterlambatan dalam pemeriksaan ISPA juga dapat menyebabkan kematian terutama ISPA bagian bawah. Apalagi jumlah penderita ISPA kebanyakan adalah anak-anak yang masih belita. Jangan biarkan ISPA merenggut nyawa para generasi bangsa.



BAB V
SIMPULAN DAN SARAN

5. 1. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat di ambil dari studi kasus mengenai teknologi vaksin ISPA adalah vaksin ini merupakan teknologi yang harus lebih dikembangkan agar nantinya para penderita ISPA benar-benar dapat dikurangi, dikendalikan dan dicegah penyebarannya. Ada banyak cara yang dapat dilakukan agar terhindar dari penyakit ISPA. Yang paling utama adalah kebersihan diri sendiri dan lingkungannya. Usahakan agar lingkungan anda mengalami sirkulasi udara yang baik dan selalu menggunakan APD atau alat pelindung diri. Misalnya, masker bedah terstandar yang harus digunakan apabila akan masuk ke ruang isolasi pasien ISPA, karena ISPA sangat menular dan tidak boleh diremehkan oleh petugas kesehatan. Untuk pencegahan pada pasien yang masih bayi dapat diberikan vaksin ISPA di puskesmas terdekat.
 
1.1 Rancangan ventilasi alami pada ruangan isolasi.

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Itulah slogan yang harus kita wujudkan. Lebih baik memberikan vaksin kepada bayi sedini mungkin daripada 

mengobati pasien yang sudah parah. Oleh sebab itu, sudah menjadi tugas kita bersama untuk menjaga kesehatan terutama dari penyakit ISPA. Dan untuk mewujudkannya maka peran pemerintah sangat diperlukan. Jangan sampai masih ada orang tua yang anaknya belum mendapat vaksin karena kurangnya pengetahuan. 

Jadi dapat di simpulkan bahwa perhatian pemerintah dalam mensosialisasikan vaksin ISPA masih kurang. Hal ini dapat kita lihat pada data di bab 3 yang menunjukkan fakta bahwa ISPA beserta vaksinnya tidak diketahui oleh masyarakat. Maka yang harus menjadi fokus bukan hanya penyediaan vaksinnya tetapi juga sosialisasi kepada khalayak umum. Sehingga jumlah penderita infeksi saluran pernapasan dapat diturunkan tahap demi tahap.

5.2 Saran
Telah di simpulkan diatas bahwa teknologi vaksin ISPA telah menunjukkan penurunan jumlah penderita ISPA bukan pneumonia sebesar  28 %. Tentu ini hal yang baik sebagai permulaan dari pemberian vaksin kepada bayi. Dan tentunya kita semua ingin vaksin tersebut dapat menurunkan jumlah penderita sampai 100%. Maka yang harus dilakukan adalah dengan lebih menyempurnakan  kandungan vaksin dan efektifitasnya dalam melawan virus ISPA. 

Lalu saran untuk para petugas kesehatan agar bekerja sama dengan pemerintah maupun dinas kesehatan untuk lebih aktif lagi dalam mensosialisasikan vaksin ISPA. Dimulai dari apa itu ISPA, seberapa bahayanya ISPA dan pentingnya pemberian vaksin ISPA. Dapat disosialisasikan dengan membuat program di posyandu maupun program di puskesmas. Mengenai pengetahuan masyarakat umum juga dapat disosialisasikan dengan membuat iklan layanan masyarakat mengenai vaksin ISPA. Jadi kedepannya, ISPA dapat lebih diwaspadai oleh masyarakat umum, karena ISPA menyerang siapa saja pada usia berapapun tetapi yang paling sering pada usia anak dibawah 5 tahun dan orang tua lanjut usia. Usahakan agar di daerah manapun vaksin ISPA dapat tersosialisasi dan tersedia dengan baik. Agar penyakit ISPA dapat dicegah sedini mungkin.

Kepada masyarakat agar lebih memperhatikan sirkulasi udara dan lingkungannya. Mari  kita bersama mewujudkan kesehatan yang lebih baik dengan cara mengurangi, mencegah, dan mengendalikan penyebaran penyakit ISPA. 



PENUTUP

Dapat diketahui bahwa sebenarnya penyakit ISPA adalah penyakit yang tidak bisa dianggap remeh. Penyakit ini harus ditangani secara serius dengan salah satu cara yaitu pemberian vaksin ISPA secara rutin atau terjadwal. Ditambah lagi dengan adanya penyuluhan tentang ISPA, akan membantu dalam menekan angka penderita ISPA.

Faktorfaktor yang dapat mencegah penyebaran ISPA juga perlu diperhatikan, seperti berat badan bayi lahir, status gizi, kepadatan hunian, sirkulasi udara yang cukup serta perilaku hidup bersih dan sehat. Hal ini dilakukan agar dapat menunjang pencegahan, pengurangan, pengendalian maupun penyembuhan pada penyakit ISPA. 



DAFTAR PUSTAKA

apps.who.int/iris/bitstream/10665/69707/14/WHO_CDS_EPR_2007.6_ind.pdf?ua=1 (diakses pada tanggal 10 maret 2015; 21:45)
http.//digilib.unimus.ac.id/download.php?id=7650 (diakses pada tanggal 11 maret 2015; 17:42)
infoimunisasi.com/vaksin/definisi-vaksin/ (diakses pada tanggal 11 maret 2015; 12:27)
kamuslife.com/2012/07/vaksin-dan-vaksinasi-pengertian-dan-definisi.html (diakses pada tanggal 11 maret 2015; 12:36)
penelitihukum.org/tag/pengertian-teknologi-kesehatan/ (diakses pada tanggal 14 maret 2015; 16:39)
riantinuri.blogspot.com/2013/03/teknologi.html?m=1 (diakses pada tanggal 11 maret 2015; 16:24)
www.alodokter.com/ispa (diakses pada tanggal 11 maret 2015)
www.pengertian.info/pengertian-teknologi.html (diakses pada tanggal 11 maret 2015; 16:35)



LAMPIRAN
1.1 Saat mewawancarai salah satu ibu-ibu yang mempunyai anak balita.
 


1.2 Daftar pertanyaan kepada pihak Puskesmas
1. Berapa jumlah penderita ISPA yang pernah ditangani di puskesmas ini?
2. Apakah puskesmas ini pernah mengadakan penyuluhan ISPA?
3. Apakah puskesmas ini sudah pernah mengadakan vaksin ISPA?
4. Berapakah rata-rata umur penderita ISPA?
5. Apa penyebab ISPA secara kedokteran?
6. Penanganan yang dilakukan pihak puskesmas terhadap penderita ISPA?
7. Apakah ada perbedaan penanganan ISPA di kota dengan penanganan di desa?
8. Sudahkah ada program pemerintah mengenai penanganan penyakit ISPA?
9. Berapa persentase kesembuhan dari penyakit ISPA?
10. Saran dari pihak puskesmas untuk pemerintah dalam menangani kasus penyakit ISPA ini?

1.3 Daftar pertanyaan kepada para ibu
1. Apakah Ibu mengetahui apa itu ISPA?
2. Berapa usia anak Ibu sekarang?
3. Apakah anak Ibu pernah diberi vaksin ISPA?
4. Apakah Ibu pernah mendapat sosialisasi ISPA dan vaksinnya?

1.4 Data Penderita ISPA Pada Tahun 2014